Demonstrasi menentang pencalonan Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, kembali berlangsung di areal sekitar kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin, 28 Februari 2011. Kali ini unjuk rasa dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Gerakan Revolusi PSSI (GRP) dari Jakarta. GRP memulai demonya pukul 13.00 WIB.
Ratusan orang dari GRP yang mayoritas mengenakan baju berwarna merah membagikan selebaran berisi tiga tuntutan.
Pertama, GRP menolak kehadiran kembali Nurdin Halid dan kroni-kroninya di persepakbolaan Indonesia karena akan memperburuk sepakbola Indonesia. Tuntutan kedua adalah mendesak pemerintah untuk mengambil alih PSSI. GRP menganggap langkah itu bukanlah suatu bentuk intervensi, tapi semata untuk menyelamatkan PSSI. Yang ketiga, mereka mendukung pemerintah membekukan PSSI.
Salah satu pemimpin demonstrasi, Toge, mengatakan ini adalah kali kelima GRP melakukan aksi di Senayan. Toge menyatakan kelompoknya tidak akan berhenti mendemo Nurdin setiap hari di Senayan.
"Kami akan terus melakukan aksi ini hingga Nurdin tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Ini aksi kami yang kelima di Senayan," katanya di tengah-tengah aksi. (kd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar